Sabtu, 18 Juli 2026

Kades Kalo dan Direktur BUMDes Mappideceng Kalo Abadi Hadiri Monev dan Identifikasi Alat TTG di Dinas PMD Kolaka Utara

Kepala Desa Kalo, Ahmad Rikal, S.H., bersama Direktur BUMDes Mappideceng Kalo Abadi, Nurjannah, menghadiri kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Perkembangan BUMDes serta Identifikasi Alat Teknologi Tepat Guna (TTG) se-Kecamatan Pakue Utara pada Rabu, 15 Juli 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kolaka Utara ini berlangsung di Kantor Dinas PMD Kolaka Utara. Agenda ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola kelembagaan ekonomi desa sekaligus memetakan kebutuhan teknologi guna mendongkrak produktivitas masyarakat.

Penguatan Manajemen BUMDes Mappideceng Kalo Abadi

Dalam pertemuan tersebut, tim monitoring Dinas PMD melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perkembangan BUMDes Mappideceng Kalo Abadi Desa Kalo. Fokus utama evaluasi meliputi aspek administrasi, kesehatan keuangan, serta perencanaan unit usaha agar berjalan lebih produktif dan akuntabel dalam menyumbang Pendapatan Asli Desa (PADes).

Identifikasi Alat TTG untuk Sektor Unggulan

Selain evaluasi kelembagaan, Dinas PMD Kolaka Utara mengidentifikasi kebutuhan alat Teknologi Tepat Guna (TTG) yang sesuai dengan potensi geografis wilayah Pakue Utara. Langkah ini dinilai strategis oleh Kepala Desa Kalo untuk memodernisasi sektor usaha lokal.


Poin Utama Hasil Monev:

  • Akuntabilitas Keuangan: Dinas PMD mewajibkan pelaporan keuangan BUMDes Mappideceng Kalo Abadi yang transparan secara berkala.
  • Revitalisasi Usaha: Penyusunan ulang strategi unit usaha BUMDes agar lebih adaptif terhadap pasar lokal.
  • Pemetaan TTG: Pendataan alat teknologi spesifik untuk efisiensi produksi komoditas unggulan Desa Kalo.
  • Kolaborasi Daerah: Membangun jejaring kemitraan antara BUMDes se-Kecamatan Pakue Utara dan Dinas PMD.

Kehadiran aktif Ahmad Rikal, S.H., dan Nurjannah menjadi bukti komitmen kuat Pemerintah Desa Kalo dalam membawa BUMDes Mappideceng Kalo Abadi menjadi pilar ekonomi desa yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing tinggi.

0 komentar:

Posting Komentar